Menurut Andi, meski insiden ini disayangkan, langkah pengujian semacam itu tetap penting untuk memastikan keamanan konstruksi dalam jangka panjang.
Ia menilai, pengujian pondasi sejak tahap awal lebih baik dilakukan agar proyek tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Kami dengan tulus menyampaikan permohonan maaf kepada warga. Semua ini dilakukan demi memastikan pondasi terowongan benar-benar aman bagi masyarakat,” katanya.
Selain memperbaiki kerusakan fisik, Andi juga menekankan bahwa Pemkot akan memperhatikan aspek sosial akibat terganggunya aktivitas warga.
Pemerintah berkomitmen melakukan pendekatan restoratif agar kondisi masyarakat dapat pulih secara menyeluruh.
“Pemulihan yang kami lakukan tidak hanya pada bangunannya, tetapi juga mencakup dampak sosial agar kehidupan warga kembali normal,” ujarnya.
Menanggapi pertanyaan publik mengenai pelaksanaan uji coba pada malam hari, Andi menjelaskan bahwa waktu pengujian ditentukan berdasarkan pertimbangan teknis dan bukan faktor waktu semata.
“Pelaksanaan uji beban tidak dibatasi oleh waktu. Baik pagi, siang, maupun malam, semua tergantung kebutuhan teknis agar hasil yang diperoleh benar-benar akurat,” terangnya.
Ia juga meminta masyarakat serta media agar tidak memperbesar persoalan ini, mengingat pelaksanaan uji PDA Test telah sesuai dengan prosedur dan berada di bawah pengawasan instansi teknis terkait.
Pemkot, katanya, kini fokus menyelesaikan masalah dengan cara terbuka dan bertanggung jawab.
“Penjelasan yang disampaikan pemerintah, kontraktor, maupun pihak PUPR adalah bentuk keterbukaan kami terhadap kondisi yang sebenarnya,” pungkasnya.






