BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak akan menggelar program pasar murah secara berlebihan meski sejumlah kebutuhan pokok berpotensi mengalami kenaikan harga.
Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga keseimbangan pasar dan menghindari dampak negatif terhadap pelaku usaha lokal.
Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan intervensi pemerintah melalui pasar murah maupun gerakan pangan murah tetap dilakukan.
Namun pelaksanaannya harus diperhitungkan secara cermat agar tidak menimbulkan tekanan terhadap harga pasar yang berujung pada kondisi deflasi.
Menurutnya, pemerintah harus menjaga keseimbangan antara upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan keberlangsungan usaha para pedagang.
Karena itu, program pangan murah akan tetap berjalan, tetapi dengan intensitas yang terukur.
“Pemerintah tetap melaksanakan pasar murah dan gerakan pangan murah. Namun pelaksanaannya tidak dapat dilakukan secara berlebihan karena berpotensi menekan harga hingga tidak sehat. Oleh sebab itu, kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi pasar,” ujar Marnabas, pada Kamis (4/6/2026).
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar