Manfaat ini mungkin berasal dari peningkatan sensitivitas insulin, peningkatan penyerapan glukosa, serta pengurangan stres oksidatif. Efek anti-inflamasi jahe juga berperan dalam perlindungan jantung.
Beberapa studi awal juga menunjukkan bahwa jahe mungkin bermanfaat untuk kesehatan seksual, terutama karena efeknya pada aliran darah, hormon, dan stres oksidatif. Meski data pada manusia masih terbatas, penggunaan jahe sebagai afrodisiak sudah lama dikenal dalam pengobatan tradisional.
Mendukung Kesehatan Otak dan Potensi Antikanker
Penelitian awal menunjukkan bahwa senyawa dalam jahe dapat melindungi sel otak dari kerusakan oksidatif, salah satu faktor risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Sementara itu, studi laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak jahe mampu memperlambat pertumbuhan beberapa jenis sel kanker. Namun, hasil ini masih bersifat in-vitro dan perlu dikaji lebih lanjut pada manusia.
Meski penelitian ini menggunakan suplemen, manfaat jahe segar atau teh masih perlu diteliti lebih lanjut. Namun, temuan ini menunjukkan bahwa jahe berpotensi membantu penderita kondisi autoimun secara alami.
Selain itu, sifat antimikroba pada jahe juga mendukung kekebalan tubuh, menjadikannya populer sebagai obat rumahan untuk flu dan radang tenggorokan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar