Jaya juga menanggapi anggapan miring yang menyebut vaksin sebagai produk komersial semata.
Ia menyatakan bahwa pandangan tersebut muncul karena kurangnya pemahaman akan fungsi vaksinasi dalam sistem kesehatan masyarakat.
“Vaksin bukanlah komoditas bisnis. Ini adalah bagian dari strategi kesehatan masyarakat yang secara ilmiah terbukti menyelamatkan banyak nyawa dari penyakit menular,”tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa vaksin bekerja dengan mengenalkan tubuh pada mikroorganisme yang sudah dilemahkan.
Proses ini merangsang sistem imun untuk mengenali dan mengingat patogen tersebut, sehingga saat paparan sebenarnya terjadi, tubuh sudah siap melawan.
“Anak-anak yang divaksinasi akan membentuk imunitas sejak dini. Dengan begitu, ketika virus atau bakteri yang sebenarnya masuk ke tubuh, sistem pertahanan sudah tahu cara menanggulanginya,”jelas Jaya.
Sebagai upaya memudahkan pemahaman, ia menganalogikan vaksinasi seperti proses perkenalan antar individu.
Semakin sering seseorang bertemu orang lain, semakin cepat ia bisa mengenal wajahnya.
“Kalau baru sekali bertemu, mungkin tidak langsung dikenal. Tapi setelah beberapa kali, bahkan dari kejauhan pun bisa dikenali. Sistem imun kita bekerja dengan cara yang mirip saat mengenali ‘wajah’ kuman yang diperkenalkan lewat vaksin,”tutupnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar