DPRD Kota Bontang

Rustam Desak OPD Bontang Beralih ke Sistem Digital untuk Dongkrak PAD

lihat foto
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam. Foto: BorneoFlash/IST
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam. Foto: BorneoFlash/IST

BorneoFlash.com, BONTANG – Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bontang untuk mempercepat penerapan sistem digital dalam pelayanan maupun pengelolaan pendapatan daerah. 

Menurutnya, digitalisasi menjadi salah satu kunci untuk meminimalkan kebocoran penerimaan dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Rustam menilai sistem yang masih dijalankan secara manual berpotensi menyebabkan hilangnya potensi pendapatan yang seharusnya masuk ke kas daerah.

“Sekarang dunia sudah ada di genggaman. Anak kecil saja sudah terbiasa menggunakan pembayaran digital. Saya punya pengalaman, di tempat biliar saya ada anak kelas 3 SD yang datang tanpa membawa uang tunai, tetapi menggunakan GoPay, DANA, dan aplikasi pembayaran lainnya,” ujar Rustam, pada Kamis (4/6/2026).

Ia menegaskan, seluruh layanan dan transaksi yang berkaitan dengan penerimaan daerah sudah seharusnya berbasis aplikasi dan terintegrasi secara digital agar lebih efektif dan transparan.

“Kalau tidak menggunakan aplikasi, saya yakin masih banyak potensi kehilangan pendapatan. Dengan sistem digital, seluruh transaksi dapat tercatat dengan baik, lebih transparan, dan mudah diawasi,” katanya.

Dalam pembahasan capaian pendapatan daerah, Rustam juga menyoroti laporan yang menunjukkan realisasi pendapatan mencapai 100 persen bahkan lebih dari 200 persen. Menurutnya, capaian tersebut perlu dilihat secara lebih mendalam dan tidak hanya berdasarkan persentase.

“Tadi laporannya memang terlihat bagus, ada yang mencapai 100 persen bahkan 200 persen. Namun, jika target awalnya kecil, tentu capaian itu belum tentu menggambarkan hasil yang optimal. Bisa saja masih ada potensi yang belum tergali karena sistem pengelolaannya belum maksimal,” jelasnya.

Rustam menambahkan, kebiasaan masyarakat yang sering mengabaikan nominal kecil dalam transaksi juga menjadi alasan pentingnya penerapan sistem pembayaran digital. Dengan sistem tersebut, setiap transaksi dapat tercatat secara akurat sehingga tidak ada penerimaan yang terlewat.

“Orang Bontang kadang tidak terlalu mempermasalahkan uang kembalian dalam jumlah kecil. Nah, kalau sistemnya digital, semuanya tercatat secara otomatis dan tidak ada lagi celah kehilangan pendapatan,” pungkasnya. (*/Adv)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar