Ia mengingatkan bahwa capaian pembangunan tidak cukup diukur dari berdirinya infrastruktur atau bertambahnya program yang dijalankan pemerintah. Menurutnya, dampak yang dirasakan masyarakat harus menjadi perhatian utama dalam setiap kebijakan pembangunan.
“Kalau pembangunan terus berjalan tetapi masyarakat belum merasakan perubahan yang berarti, tentu itu harus menjadi bahan evaluasi,” katanya.
Lebih lanjut, Rahmat mendorong agar setiap perencanaan pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Dengan begitu, program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Menurutnya, pendekatan pembangunan yang berorientasi pada masyarakat akan membantu pemerintah daerah dalam menentukan prioritas program sekaligus memastikan anggaran yang digunakan memberikan hasil yang optimal.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek, tetapi mampu memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Pada akhirnya tujuan pembangunan adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Itu yang harus menjadi fokus bersama,” tutupnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar