DPRD Kutai Kartanegara

Desman: Pemuda Harus Hadir di Meja Perencanaan, Bukan Hanya di Lapangan

lihat foto
Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Desman Minang Endianto. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Desman Minang Endianto. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR – Keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah dinilai tidak cukup hanya melalui kegiatan sosial maupun organisasi. Pemuda juga perlu hadir dalam ruang-ruang perencanaan dan pengambilan keputusan agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap arah pembangunan daerah.

Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Desman Minang Endianto mengatakan, pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan daerah. Karena itu, generasi muda perlu didorong untuk terlibat lebih aktif dalam berbagai forum yang membahas kebijakan dan pembangunan.

Menurutnya, selama ini masih banyak pemuda yang aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, namun belum banyak yang terlibat dalam forum-forum perencanaan pembangunan yang diselenggarakan pemerintah.

"Pemuda harus mampu mengambil peluang dari perubahan besar yang sedang terjadi. Mereka perlu mempersiapkan diri menjadi pemimpin, pelaku usaha, sekaligus agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah," Jelasnya, pada Rabu (3/6/2026).

Desman menilai keterlibatan pemuda menjadi penting, terlebih dengan posisi Kukar sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan menghadapi berbagai perubahan dan tantangan pembangunan ke depan.

Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi juga harus ikut berpartisipasi dalam proses penyusunannya. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam forum-forum pembangunan yang tersedia mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.

Ia mendorong organisasi kepemudaan untuk mengambil peran lebih besar dalam menyuarakan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Dengan begitu, kebijakan yang dihasilkan dapat lebih inklusif dan mampu menjawab kebutuhan berbagai kelompok masyarakat.

"Anggota organisasi kepemudaan harus masuk ke forum-forum strategis untuk menyuarakan kebijakan yang inklusif dan berpihak pada kepentingan masyarakat," bebernya.

Desman menambahkan, pembangunan daerah ke depan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk generasi muda. Karena itu, ia berharap pemuda tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi mampu menjadi bagian dari proses yang menentukan arah pembangunan Kukar.

"Ke depan, pembangunan Kukar membutuhkan pemuda yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampu hadir dengan solusi dan karya nyata bagi masyarakat," pungkasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar