Aulia menjelaskan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap biaya pelaksanaan proyek di lapangan.
Pemerintah daerah ingin memastikan harga satuan material yang digunakan sesuai dengan kondisi terkini sehingga tidak menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan pekerjaan.
"Kita ingin memastikan harga satuan material sesuai kondisi sebenarnya. Jangan sampai kontraktor mengalami kerugian karena adanya selisih harga yang cukup besar," ujarnya.
Ia menambahkan, langkah menahan sejumlah kegiatan bukan berarti pembangunan dihentikan. Pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan terhadap program-program prioritas sambil menunggu perkembangan kondisi keuangan daerah.
Menurut Aulia, evaluasi terhadap kinerja keuangan akan dilakukan setelah semester pertama tahun anggaran berakhir.
Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pada perubahan anggaran, termasuk pelaksanaan sejumlah program pembangunan yang saat ini masih menunggu kepastian pendanaan.
Pemkab Kukar berharap kondisi pendapatan daerah dan transfer dana dari pemerintah pusat dapat membaik pada semester kedua, sehingga berbagai program pembangunan yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar