BorneoFlash.com, KUKAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mempercepat pembenahan fasilitas rumah aman menyusul tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi belakangan ini.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penguatan perlindungan sekaligus pendampingan bagi korban.
Rumah aman yang selama ini digunakan akan direhabilitasi agar lebih nyaman dan mendukung proses pemulihan psikologis anak.
Pemkab Kukar juga menyiapkan rencana pembangunan fasilitas baru, meski saat ini fokus utama masih pada perbaikan tempat yang sudah tersedia.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan keberadaan rumah aman sangat penting karena bukan hanya menjadi lokasi perlindungan sementara, tetapi juga tempat anak korban mendapatkan rasa aman untuk menceritakan pengalaman yang dialami.
“Yang kami lakukan sekarang adalah membenahi fasilitas yang sudah ada terlebih dahulu supaya bisa segera dimanfaatkan secara maksimal,” ucapnya, pada Jumat (29/5/2026).
Menurut Aulia, anak korban kekerasan seksual membutuhkan ruang yang ramah dan tidak menimbulkan tekanan selama proses pendampingan berlangsung.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar