DPRD Kota Bontang

Rustam Dorong Pembentukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bontang, Dinilai Lebih Efektif Genjot Wisata

lihat foto
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam. Foto: BorneoFlash/IST
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam. Foto: BorneoFlash/IST

BorneoFlash.com, BONTANG – Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, mengusulkan agar urusan pariwisata dan kebudayaan di lingkungan Pemerintah Kota Bontang dikelola dalam satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang berdiri sendiri. 

Menurutnya, langkah tersebut akan membuat perencanaan program, pengelolaan anggaran, hingga pengawasan menjadi lebih efektif dan terarah.

Rustam menilai, struktur OPD yang berlaku saat ini menyebabkan pengelolaan sektor pariwisata dan kebudayaan berjalan terpisah. Saat ini, urusan kebudayaan berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), sedangkan pariwisata berada di bawah Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf).

“Kalau melihat kondisi saat ini, pariwisata dan kebudayaan sebaiknya disatukan dalam satu dinas. Jangan dipecah-pecah agar lebih fokus dalam membangun sektor pariwisata dan kebudayaan,” ujar Rustam, pada Selasa (2/6/2026).

Menurut politisi Partai Golkar tersebut, pemisahan kewenangan membuat perhatian pemerintah terhadap kedua sektor strategis itu belum maksimal. Akibatnya, alokasi anggaran maupun pengawasan terhadap program-program yang dijalankan dinilai kurang optimal.

Ia berharap Pemerintah Kota Bontang dapat mempertimbangkan pembentukan dinas yang secara khusus menangani pariwisata dan kebudayaan sehingga pengembangannya lebih terfokus.

“Kalau perlu berdiri sendiri secara fungsi, sehingga benar-benar fokus mengelola sektor pariwisata dan kebudayaan. Apalagi Bontang memiliki semangat menjadi kota pariwisata pasca-migas,” katanya.

Rustam menegaskan, upaya mewujudkan visi Bontang sebagai kota tujuan wisata memerlukan lembaga yang memiliki kewenangan khusus dan kuat, bukan sekadar menjadi bidang di bawah dinas tertentu.

Selain itu, ia juga menyoroti pengelolaan sejumlah kegiatan budaya yang dinilai belum sepenuhnya terintegrasi dengan pengembangan sektor pariwisata. Salah satu contohnya adalah kegiatan Pesta Laut yang saat ini masuk dalam sektor kebudayaan.

Menurutnya, kegiatan yang memiliki nilai budaya sekaligus daya tarik wisata tersebut seharusnya dapat dikelola secara terpadu agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi promosi daerah dan peningkatan kunjungan wisatawan.

“Kegiatan seperti Pesta Laut memiliki nilai budaya sekaligus daya tarik wisata. Karena itu perlu ada sinkronisasi yang baik agar pengelolaannya mendukung pengembangan pariwisata daerah,” tutupnya. (*/Adv)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar