BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebagai Ketua Tim Koordinasi Penyelenggaraan MBG, Zulhas menyambut positif penunjukan Kepala dan Wakil Kepala BGN yang baru. Ia meyakini para pimpinan baru memiliki kapasitas, pengalaman birokrasi, serta kemampuan koordinasi lintas sektor yang dibutuhkan untuk memperkuat program tersebut.
"Saya kenal baik Kepala Badan dan Wakil Kepala Badan yang baru. Mereka adalah orang yang tepat," ujar Zulhas dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Menurut Zulhas, para pimpinan baru BGN memiliki pengalaman yang relevan untuk memperkuat implementasi MBG di lapangan.
"Saya sering rapat dengan mereka. Mereka mampu bekerja lintas kementerian dan lembaga serta memahami berbagai tantangan implementasi program," katanya.
Ia menegaskan penguatan tata kelola MBG menjadi langkah penting karena program ini melibatkan koordinasi 17 kementerian dan lembaga. Kementerian Koordinator Bidang Pangan sendiri memimpin proses sinkronisasi, evaluasi, dan pengendalian lintas sektor sesuai Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025.
Hingga 2 Juni 2026, Program MBG telah berjalan melalui 29.670 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menjangkau 63.133.649 penerima manfaat.
Dalam struktur baru BGN, Nanik Sudaryati Deyang menjabat sebagai Kepala BGN. Ia dinilai memahami program secara mendalam karena telah terlibat sejak tahap pengembangan MBG.
Sementara itu, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari membawa pengalaman pengawasan dan manajemen risiko dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memperkuat akuntabilitas program.
Selain itu, Mayjen TNI Trenggono memiliki pengalaman kepemimpinan dari berbagai jabatan strategis di TNI Angkatan Darat serta pengalaman di sektor pangan sebagai Wakil Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara.
Zulhas juga menilai pergantian pimpinan BGN mencerminkan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menindaklanjuti berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG.
"Ini bukti Presiden mendengar kritik dan masukan publik. Presiden selalu mempertimbangkan setiap masukan dengan hati-hati," ujarnya.
Pemerintah berharap kepemimpinan baru BGN dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperkuat kualitas layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat Indonesia. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar