BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) tetap melanjutkan program Bantuan Sosial Terencana (BST) bagi penyandang disabilitas pada 2026 meski berada di tengah tekanan anggaran daerah.
Namun, penyaluran bantuan kini diprioritaskan bagi penyandang disabilitas berat yang dinilai memiliki tingkat kebutuhan paling mendesak.
Kebijakan tersebut diambil menyusul penyesuaian kondisi fiskal daerah sekaligus menanggapi isu yang berkembang terkait penghentian bantuan sosial bagi penyandang disabilitas.
Pemprov Kaltim menegaskan program BST tidak dihentikan, melainkan dilakukan penyesuaian sasaran penerima agar bantuan lebih tepat guna.
Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, mengatakan strategi baru diterapkan agar bantuan yang tersedia dapat memberikan dampak lebih besar kepada kelompok yang paling membutuhkan.
“Program BST tetap berjalan. Hanya saja, penerimanya disesuaikan karena pemerintah saat ini juga melakukan efisiensi anggaran,” ujarnya, pada Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya bantuan sosial tersebut mampu menjangkau sekitar 6.000 penyandang disabilitas dari berbagai kategori. Akan tetapi, keterbatasan anggaran pada 2026 membuat cakupan penerima harus dikurangi secara signifikan.
Menurut Ishak, pemerintah kini lebih memprioritaskan penyandang disabilitas berat karena kelompok tersebut dinilai membutuhkan perhatian lebih besar, baik dari aspek kondisi fisik maupun ekonomi.
“Jika sebelumnya hampir seluruh kategori menerima bantuan, maka tahun ini prioritas diberikan kepada penyandang disabilitas berat,” katanya.
Penetapan penerima bantuan dilakukan melalui data yang dihimpun dari pemerintah kabupaten dan kota, kemudian diverifikasi kembali melalui sistem milik Dinas Sosial Kaltim.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar