Upaya ini juga telah dibahas bersama para pelaku usaha transportasi untuk melihat peluang implementasinya di lapangan.
Namun demikian, rencana menghadirkan transportasi massal berbasis listrik, seperti bus listrik, masih menghadapi kendala utama berupa tingginya kebutuhan anggaran, terutama di tengah kondisi keuangan daerah yang belum sepenuhnya pulih.
Ia menjelaskan bahwa harga satu unit bus listrik masih tergolong sangat tinggi, sehingga realisasinya perlu menunggu kondisi fiskal daerah yang lebih stabil.
“Biaya pengadaan satu unit bus listrik masih cukup tinggi. Oleh karena itu, realisasinya akan disesuaikan dengan perkembangan APBD tahun 2027, dengan harapan kondisi keuangan daerah segera membaik,” jelasnya.
Untuk mempercepat transformasi tersebut, pemerintah kota membuka peluang bagi pihak swasta untuk terlibat dalam pengembangan angkutan listrik. Dukungan juga akan diberikan dalam bentuk penyusunan trayek bagi pengusaha yang berminat mengembangkan layanan tersebut.
“Pemerintah kota siap memfasilitasi penyusunan trayek di seluruh wilayah bagi pelaku usaha yang berkeinginan mengalihkan armadanya menjadi angkutan berbasis listrik,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar