BorneoFlash.com, SAMARINDA – Upaya perbaikan fasilitas pendidikan di Kota Samarinda masih menghadapi tantangan, terutama akibat keterbatasan anggaran.
Hingga kini, sedikitnya 12 sekolah dasar (SD) dan empat sekolah menengah pertama (SMP) telah ditetapkan sebagai prioritas revitalisasi, namun pelaksanaannya belum dapat direalisasikan sepenuhnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda mengungkapkan bahwa sejumlah sekolah tersebut membutuhkan penanganan segera.
Permasalahan yang dihadapi cukup beragam, mulai dari bangunan berbahan kayu, lokasi yang rawan banjir, hingga keterbatasan ruang belajar yang sudah tidak mampu menampung jumlah siswa.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SMP Disdikbud Kota Samarinda, Muhammad Syafe’i, menuturkan bahwa penentuan prioritas tidak hanya didasarkan pada kondisi fisik bangunan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan potensi risiko bencana.
“Penetapan skala prioritas dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kebutuhan masyarakat serta kondisi sekolah yang berada di wilayah rawan bencana seperti banjir,” ujarnya, pada Sabtu (2/5/2026).
Untuk tingkat SMP, beberapa sekolah yang menjadi perhatian di antaranya SMP 24 dan SMP 27 yang kerap terdampak banjir.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar