BorneoFlash.com, KUKAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengubah strategi dalam mengatasi kekurangan tenaga medis di wilayah terpencil. Selain merevisi skema insentif, layanan kesehatan kini diperkuat melalui pemanfaatan telemedicine.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah melakukan penyesuaian kebijakan untuk menarik minat tenaga medis, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah revisi aturan terkait peningkatan insentif bagi dokter non-ASN.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik baru agar tenaga medis bersedia bertugas di daerah terpencil seperti Kecamatan Tabang.
“Insentif sedang kita siapkan untuk ditingkatkan, supaya ada daya tarik bagi dokter,” ucap Aulia, pada Senin (20/4/2026).
Di sisi lain, untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan, Pemkab Kukar juga mengoptimalkan sistem telemedicine.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar