BorneoFlash.com, JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani membuka akses bagi masyarakat untuk mengecek langsung stok beras di gudang sebagai bentuk keterbukaan informasi dan memastikan ketersediaan pangan tetap aman.
Ia menegaskan langkah ini bertujuan memperkuat kepercayaan publik, karena Bulog mengelola cadangan beras pemerintah (CBP) secara profesional, transparan, dan akuntabel serta siap mendistribusikannya secara merata ke seluruh Indonesia.
Bulog menargetkan penyerapan 4 juta ton setara beras pada 2026, meningkat dari 3 juta ton pada tahun sebelumnya. Untuk mencapai target tersebut, Bulog menerapkan pola jemput bola dengan turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi di berbagai daerah.
Seiring tingginya penyerapan sejak awal 2026, Bulog meningkatkan keterisian gudang secara signifikan. Saat ini, Bulog mengelola 1.540 gudang milik sendiri dengan kapasitas sekitar 3,06 juta ton. Untuk mengantisipasi lonjakan stok, Bulog juga memanfaatkan 1.254 gudang filial dengan kapasitas sekitar 2,68 juta ton agar penyimpanan tetap aman dan merata.
Per 18 April 2026, stok beras Bulog mencapai 4,88 juta ton setara beras. Capaian ini menunjukkan Bulog siap menjaga pasokan serta stabilitas harga beras nasional. Rizal menambahkan, optimalnya keterisian gudang mencerminkan keberhasilan penugasan pemerintah dalam menyerap produksi dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meninjau Gudang Bulog Danurejo di Magelang untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi cadangan pangan. Bulog mengisi penuh gudang berkapasitas 7.000 ton tersebut, sehingga siap memenuhi kebutuhan masyarakat. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar