Pemkot Samarinda

Sektor Kuliner Dominasi Penerimaan Pajak Samarinda pada Awal 2026

Kepala Bapenda Kota Samarinda, Cahya Ernawan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kepala Bapenda Kota Samarinda, Cahya Ernawan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Sektor usaha makan dan minum tercatat sebagai penyumbang terbesar pendapatan pajak daerah di Kota Samarinda pada triwulan pertama tahun 2026. Dalam kurun waktu Januari hingga Maret, penerimaan dari sektor tersebut mencapai sekitar Rp40 miliar.

Data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda menunjukkan bahwa Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) pada sektor makan dan minum menjadi kontributor utama penerimaan daerah. 

Tingginya angka tersebut mencerminkan aktivitas konsumsi masyarakat yang terus meningkat serta besarnya potensi ekonomi di sektor kuliner.

Kepala Bapenda Kota Samarinda, Cahya Ernawan, menyampaikan bahwa angka penerimaan tersebut masih bersifat sementara dan akan melalui proses rekonsiliasi lanjutan.

“Pada triwulan pertama, kontribusi terbesar berasal dari PBJT sektor makan dan minum sekitar Rp40 miliar. Data tersebut masih bersifat sementara,"ujarnya, pada Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa capaian tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang tercatat berada di kisaran Rp34,8 miliar. 

Peningkatan ini menjadi indikator tingginya aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di bidang kuliner.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, apabila tarif pajak yang dikenakan sebesar 10 persen, maka total omzet usaha makan dan minum di Samarinda selama tiga bulan diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

“Jika pajak 10 persen menghasilkan Rp40 miliar, maka omzet sektor ini diperkirakan sekitar Rp400 miliar,” jelasnya.

Selain sektor makan dan minum, sejumlah jenis pajak lain juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan daerah.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar