PT PLN (Persero)

Dari Tak Bisa Menjahit hingga Mandiri, Penyandang Disabilitas Balikpapan Rasakan Manfaat Program PLN Selama 4 Tahun

lihat foto
PLN UID Kaltimra memfasilitasi sekitar 30 anggota PPDI Balikpapan mengikuti pelatihan menjahit dasar. Foto: HO/PLN UID Kaltimra 
PLN UID Kaltimra memfasilitasi sekitar 30 anggota PPDI Balikpapan mengikuti pelatihan menjahit dasar. Foto: HO/PLN UID Kaltimra 

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Program pemberdayaan yang dijalankan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. 

Salah satu buktinya dirasakan oleh para anggota Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Balikpapan yang kini mampu menjahit secara mandiri berkat pelatihan dan bantuan peralatan yang diberikan empat tahun lalu.

Pada 2022, sekitar 30 anggota PPDI Balikpapan mengikuti pelatihan menjahit dasar yang difasilitasi PLN melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)

Saat itu, sebagian besar peserta belum memiliki keterampilan menjahit. Namun, pelatihan tersebut menjadi langkah awal bagi mereka untuk mempelajari kemampuan baru yang mendukung kemandirian dan produktivitas.

Hingga kini, mesin jahit bantuan PLN masih digunakan secara aktif oleh anggota PPDI Balikpapan untuk berlatih sekaligus mengembangkan keterampilan yang telah mereka pelajari.

Ketua PPDI Balikpapan, Sugiyanto, mengatakan manfaat terbesar dari program tersebut bukan hanya pada bantuan peralatan yang masih berfungsi dengan baik, tetapi juga pada peningkatan kemampuan para anggotanya.

“Alhamdulillah mesin jahit masih digunakan sampai sekarang untuk teman-teman menjahit dan terus mengasah kemampuan mereka,” ujarnya.

Menurut Sugiyanto, hasil pelatihan mulai terlihat dari kemampuan sejumlah peserta yang kini sudah mampu menjahit secara mandiri. Dari sekitar 30 peserta yang mengikuti pelatihan dasar, beberapa di antaranya berhasil menguasai keterampilan yang sebelumnya sama sekali belum mereka miliki.

“Alhamdulillah sudah ada beberapa teman yang sekarang bisa menjahit, dari yang tadinya tidak bisa sama sekali,” katanya.

Ia menilai perkembangan tersebut membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang ketika mendapatkan akses pelatihan, pendampingan, dan fasilitas yang memadai.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar