BorneoFlash.com, SAMARINDA — Seekor sapi berukuran jumbo milik peternak di Kelurahan Tanah Merah, Samarinda, terpilih sebagai hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia untuk Iduladha 1447 Hijriah di Kalimantan Timur. Sapi bernama “Bejo” itu memiliki bobot mencapai 1,07 ton.
Bejo menjadi salah satu dari 13 ekor sapi bantuan presiden yang didistribusikan di Kalimantan Timur. Penyaluran tersebut mencakup kabupaten dan kota, kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga tingkat provinsi.
Pemilik sapi, Mujianto, mengaku bangga sekaligus terharu karena ternak miliknya dipercaya menjadi bagian dari bantuan kurban presiden. Ia menyebut tidak pernah membayangkan Bejo akan terpilih, terlebih sehari sebelumnya sapi itu sempat ditawar oleh seorang pengusaha dengan harga yang lebih tinggi.
“Terus terang saya tidak menduga sama sekali. Sehari sebelumnya memang sempat ada penawaran dengan nilai yang lebih tinggi. Namun keesokan harinya saya dihubungi pihak dinas dan ditanyakan apakah saya memiliki sapi dengan bobot sekitar satu ton. Saya sampaikan bahwa ada,” ujarnya, pada Senin (25/5/2026).
Mujianto mengatakan, persoalan harga bukan menjadi pertimbangan utama ketika sapinya ditetapkan sebagai hewan kurban bantuan presiden. Baginya, kesempatan tersebut merupakan sebuah kehormatan besar.

“Bagi saya ini sebuah kehormatan. Jika diperuntukkan bagi Presiden, tentu saya menyesuaikan. Ada rasa bangga karena sapi saya dipercaya untuk keperluan kurban tersebut,” katanya.
Sapi Bejo merupakan hasil persilangan Brahman dan Simmental. Usianya kini sekitar enam tahun dan menjadi ternak dengan ukuran paling besar di kandang milik Mujianto.
Menurutnya, Bejo juga termasuk sapi terbaik yang ia pelihara saat ini dibandingkan ternak lainnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar