BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Halili Adinegara, menegaskan perlunya penanganan serius terhadap Sungai Siregar di Kawasan Kampung Timur Kelurahan Gunung Samarinda Kecamatan Balikpapan Utara, usai melakukan peninjauan lapangan pada Jumat (3/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Halili menemukan sejumlah persoalan krusial yang selama ini luput dari penanganan maksimal, mulai dari kondisi drainase hingga pagar pengaman perumahan yang roboh akibat konstruksi yang tidak sesuai standar.
Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah pagar (siring) milik Perumahan Caladium 1 di RT 55, Kelurahan Gunung Samarinda, yang ambruk pada 2025. Dari hasil peninjauan, diketahui pagar tersebut dibangun tanpa pondasi yang memadai.
“Pagar itu roboh karena tidak memiliki pondasi, hanya berdiri di atas badan jalan. Ini tentu sangat berbahaya dan tidak boleh terulang,” tegas Purnawirawan POM TNI AD, pada Sabtu (4/4/2026).
Ia menilai, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik, tetapi juga menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap kualitas pembangunan infrastruktur di kawasan permukiman.
Selain pagar roboh, kondisi drainase di sekitar Sungai Siregar juga mengalami kerusakan cukup parah, termasuk saluran yang longsor menuju Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Kondisi ini berpotensi memperparah genangan air saat hujan deras.
Untuk itu, DPRD mendorong agar pembenahan kawasan Sungai Siregar segera direalisasikan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar