BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak ekosistem pendidikan mendukung transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi untuk memperkuat ketahanan nasional.
Ia menegaskan, langkah ini meningkatkan efisiensi dan adaptivitas birokrasi sekaligus menjaga mutu layanan pendidikan.
“Kami mendorong ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat bergerak bersama agar tetap produktif dan menghadirkan layanan pendidikan berkualitas untuk semua,” ujar Mu’ti di Jakarta Pusat, Sabtu.
Selain itu, Mu’ti memastikan transformasi kerja tidak mengurangi layanan. Pemerintah tetap menjalankan program pendidikan dan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat.
Ia juga meminta ASN menjadi teladan dalam budaya kerja baru. Satuan pendidikan ia dorong menerapkan praktik hemat energi, sementara masyarakat ia ajak ikut berpartisipasi.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menerapkan WFH satu hari per minggu (Jumat), menghemat penggunaan kendaraan dinas, serta mengurangi perjalanan dinas. Pemerintah juga memperkuat program hemat energi melalui optimalisasi transportasi publik dan perluasan Car Free Day (CFD).
“WFH bukan libur. ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab dari lokasi berbeda, dan pemerintah tetap memberikan layanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, Mu’ti mengajak masyarakat menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki ke sekolah. Ia juga mengimbau orang tua tidak berlebihan menggunakan kendaraan pribadi.
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah menyediakan jalur sepeda dan mengajak semua pihak meningkatkan kesadaran hemat energi. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar