“Kami harus bersikap realistis dalam menyikapi keterbatasan anggaran. Tidak semua cabang olahraga dapat diikutsertakan, sehingga fokus diarahkan pada cabang yang memiliki peluang meraih prestasi,” tegasnya.
Kebijakan ini juga selaras dengan target besar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menembus posisi tiga besar dalam ajang PON mendatang.
Untuk itu, Dispora menekankan pentingnya fokus pada cabang olahraga unggulan yang memiliki potensi medali dan nomor pertandingan yang lebih banyak.
Rasman menilai, pendekatan tersebut menjadi langkah strategis agar target yang telah ditetapkan dapat dicapai secara realistis dan terukur.
“Target besar tersebut perlu diterjemahkan dalam langkah konkret, yakni dengan memprioritaskan cabang olahraga yang memiliki potensi kontribusi medali secara signifikan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pola pembinaan ke depan tidak lagi dilakukan secara merata seperti sebelumnya, melainkan berbasis prioritas yang jelas dan terukur.
“Terdapat kebutuhan untuk mengubah pendekatan yang selama ini digunakan, dari pola pemerataan menjadi berbasis prioritas, agar pembinaan lebih efektif dan tepat sasaran,” tambahnya.
Terkait komunikasi dengan pimpinan daerah mengenai kondisi anggaran dan strategi pencapaian target, Rasman menyebut hal tersebut merupakan kewenangan pimpinan instansi.
Ia memastikan bahwa koordinasi telah dilakukan, meskipun detail pembahasan berada di tingkat kepala dinas.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar