Kasus Mutilasi di Samarinda, Dendam dan Niat Kuasai Barang Jadi Pemicu

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, saat memperlihatkan barang bukti. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, saat memperlihatkan barang bukti. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

“Sekitar pukul 23.00 Wita, para pihak sudah berada di lokasi. Selanjutnya, pada pukul 02.30 Wita, saat korban dalam kondisi tertidur, tersangka J melakukan penganiayaan,” jelas Hendri.

 

Korban diketahui mengalami kekerasan menggunakan balok kayu ulin. Meski sempat berupaya melarikan diri, korban kembali diserang oleh kedua pelaku hingga akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 06.00 Wita.

 

Setelah memastikan korban tidak bernyawa, kedua tersangka kemudian melakukan mutilasi terhadap tubuh korban. Tindakan tersebut dilakukan untuk memudahkan proses pembuangan, dengan menggunakan sejumlah alat seperti mandau, palu, serta papan sebagai alas pemotongan.

 

Bagian tubuh korban selanjutnya dimasukkan ke dalam tiga karung. Pada pukul 19.00 Wita, pelaku mulai membuang potongan tubuh tersebut menggunakan sepeda motor milik korban menuju lokasi yang telah ditentukan sebelumnya.

 

“Para pelaku juga kembali melakukan pembuangan sisa potongan tubuh pada dini hari sekitar pukul 01.00 Wita saat malam takbiran, dengan menggunakan rute berbeda guna menghindari kecurigaan,” lanjutnya.

 

Setelah seluruh rangkaian aksi dilakukan, kedua tersangka kembali ke rumah dan beraktivitas seperti biasa. Kasus ini kemudian terungkap setelah warga menemukan potongan tubuh di kawasan Gunung Pelanduk pada Sabtu (21/3/2026) siang.

 

Dalam waktu kurang dari 12 jam sejak penemuan tersebut, aparat kepolisian berhasil mengamankan kedua pelaku yang sempat berupaya melarikan diri.

 

“Kami masih melakukan pendalaman untuk melengkapi berkas perkara serta memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat terungkap secara menyeluruh,” tutup Hendri. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.