Berita Nasional

Bahlil Lahadalia Perkuat Kolaborasi Energi ASEAN Lewat Infrastruktur Listrik Lintas Negara

lihat foto
Arsip foto - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) mendampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). FOTO : ANTARA/Bayu Pratama S/sgd.
Arsip foto - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) mendampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). FOTO : ANTARA/Bayu Pratama S/sgd.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong penguatan pembangunan infrastruktur listrik lintas negara ASEAN dalam forum BIMP-EAGA Leaders' Summit di Filipina.

Bahlil menyebut forum tersebut sebagai inisiatif kerja sama ekonomi subregional yang mempercepat pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di empat negara anggota sejak 1994.

Saat mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto, Bahlil menegaskan pembangunan infrastruktur energi kawasan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama di daerah terpencil dan perbatasan.

Menurut Bahlil, kerja sama subregional tidak hanya memperkuat konektivitas antarnegara, tetapi juga menghadirkan akses listrik yang merata, andal, dan terjangkau hingga ke pelosok.

Ia menilai forum BIMP-EAGA menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat sinergi pembangunan kelistrikan lintas kawasan. Pemerintah juga mendorong proyek interkoneksi energi, elektrifikasi pedesaan, serta pengembangan energi baru terbarukan.

Bahlil menegaskan penguatan infrastruktur energi berperan penting dalam meningkatkan akses listrik masyarakat di wilayah perbatasan dan pulau terpencil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Sinergi ini akan memperkuat kolaborasi sehingga masyarakat di daerah terpencil mampu mengakses energi dengan harga terjangkau untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar Bahlil.

Kementerian ESDM optimistis kerja sama empat negara dalam BIMP-EAGA akan semakin kuat untuk mendukung pembangunan infrastruktur energi kawasan. Kolaborasi tersebut tidak hanya menjaga rantai pasok energi masing-masing negara, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara yang tangguh dan berkelanjutan.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan BIMP-EAGA harus terus berkembang agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. Menurutnya, kerja sama subkawasan perlu lebih adaptif, berdampak, dan responsif terhadap dinamika global yang terus berubah. (*

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar