“Meskipun tidak berfungsi sebagai fasilitas layanan kesehatan permanen, kami tetap menyiapkan tempat istirahat. Hal ini memungkinkan masyarakat yang kelelahan untuk beristirahat sejenak atau mendapatkan penanganan ringan, seperti pemeriksaan tekanan darah,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kasus yang paling sering ditangani selama periode ini umumnya berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas. Namun, layanan tetap terbuka untuk berbagai kondisi darurat lainnya.
“Sesuai dengan ketentuan dalam edaran, perhatian utama memang pada kejadian kecelakaan lalu lintas. Namun demikian, tim DOC tetap melayani seluruh laporan kondisi darurat yang masuk dari masyarakat,” tegasnya.
Dinas Kesehatan juga mencermati adanya kecenderungan peningkatan kasus kesehatan setelah perayaan Lebaran, yang diperkirakan berkaitan dengan perubahan pola hidup masyarakat setelah menjalani puasa selama Ramadan.
“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, jumlah kasus cenderung menurun selama Ramadan, namun meningkat signifikan setelah Lebaran. Hal ini diduga berkaitan dengan perubahan pola makan yang kurang terkontrol pasca puasa,” jelasnya.
Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan layanan yang tersedia apabila membutuhkan pertolongan, sekaligus tetap menjaga kondisi kesehatan selama beraktivitas.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan DOC yang tersedia selama 24 jam. Silakan menghubungi layanan atau mendatangi posko terdekat apabila memerlukan bantuan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kesehatan,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar