“Dari hasil pembahasan, akar persoalan sudah kita temukan. Langkah penyelesaiannya juga sudah disepakati sehingga pekerjaan di lapangan bisa segera dilaksanakan,” jelasnya.
Menurut Aulia, kebutuhan anggaran untuk menuntaskan seluruh ruas jalan di wilayah Sebelimbingan diperkirakan mencapai sekitar Rp130 miliar. Karena nilainya cukup besar, pembangunan akan dilakukan secara bertahap.
“Tahun ini kita mulai dengan pembangunan jalan rigid beton sekitar Rp10 miliar, ditambah Rp5 miliar untuk pemeliharaan. Strategi ini supaya kondisi jalan tetap bisa digunakan masyarakat meskipun belum semuanya dibangun permanen,” katanya.
Selain pembangunan dan pemeliharaan, pemerintah daerah juga menyiagakan alat berat untuk menangani kerusakan jalan yang biasanya muncul setelah hujan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kondisi jalan tetap rata dan aman dilalui kendaraan.
“Kita ingin titik-titik yang sering membuat kendaraan terjebak bisa segera ditangani, setidaknya sebelum Lebaran,” tegas Aulia.
Ia menambahkan pola penanganan serupa juga diterapkan di sejumlah wilayah lain, seperti Muara Wis, Kota Bangun Darat, dan Sebulu. Menurutnya, anggaran untuk perbaikan jalan pada ruas-ruas tersebut sudah tersedia dan kini pemerintah fokus pada percepatan pelaksanaan di lapangan.
Sementara itu, kondisi jalan berlubang di kawasan perkotaan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Perbaikan akan diprioritaskan menjelang Idulfitri guna memastikan keamanan serta kenyamanan masyarakat saat beraktivitas.






