BorneoFlash.com, SAMARINDA — Panitia Khusus (Pansus) Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menuntaskan penyusunan kamus usulan program yang akan menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan daerah pada tahun-tahun mendatang.
Dalam proses penyusunan tersebut, jumlah usulan program mengalami penambahan dari sebelumnya 126 judul menjadi 160 judul program.
Penambahan jumlah tersebut berasal dari berbagai masukan yang disampaikan oleh fraksi-fraksi di DPRD Kaltim. Seluruh usulan tersebut kemudian dihimpun dan disusun dalam bentuk kamus program sebagai dasar pembahasan lebih lanjut pada tahap perencanaan pembangunan daerah.
Ketua Pansus Pokir DPRD Kaltim, H. Baba, menjelaskan bahwa pembahasan yang dilakukan saat ini masih berada pada tahap penyusunan daftar program, sehingga belum berkaitan dengan alokasi anggaran.
“Pembahasan yang dilakukan saat ini masih sebatas penyusunan kamus usulan program. Daftar tersebut belum berkaitan dengan penetapan anggaran. Dari sebelumnya 126 usulan program untuk tahun 2026, kini berkembang menjadi 160 usulan yang tercantum dalam kamus program,” ujarnya, pada Jumat (6/3/2026).
Ia mengungkapkan bahwa pada tahap awal, jumlah usulan program yang disampaikan oleh seluruh fraksi DPRD Kaltim mencapai 306 usulan.
Namun setelah dilakukan penelaahan lebih lanjut, sejumlah usulan yang memiliki kesamaan digabungkan sehingga jumlahnya dipadatkan menjadi 160 judul program.
“Pada awalnya terdapat 306 usulan program yang berasal dari seluruh fraksi. Setelah dilakukan kajian, ditemukan beberapa usulan yang serupa sehingga dilakukan penggabungan, dan akhirnya dirumuskan menjadi 160 judul program,” jelasnya.
Menurut Baba, tidak seluruh usulan dapat dipertahankan dalam daftar tersebut.
Beberapa program harus dikeluarkan karena tidak sesuai dengan arah kebijakan pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan.






