BorneoFlash.com, KUKAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mempersiapkan penanganan sejumlah ruas jalan rusak yang selama ini dikeluhkan masyarakat di wilayah Sebelimbingan dan Kecamatan Kota Bangun Darat.
Perbaikan tersebut ditargetkan segera berjalan agar akses transportasi warga kembali lancar.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki dukungan anggaran untuk memperbaiki jalan-jalan tersebut.
Namun, proses pengerjaan sempat tertunda karena persoalan administrasi serta koordinasi antar perangkat daerah.
“Secara kebijakan maupun anggaran sebenarnya tidak ada masalah. Kendalanya lebih kepada administrasi dan koordinasi teknis yang perlu diselesaikan terlebih dahulu,” ucap Aulia, pada Jum'at (6/3/2026).
Ia menjelaskan, dalam pembangunan infrastruktur daerah sering kali hambatan muncul pada tahap administrasi meskipun kebutuhan masyarakat sudah sangat mendesak dan dana telah tersedia.
Untuk mempercepat proses tersebut, pemerintah daerah menggelar rapat bersama Bagian Layanan Pengadaan (BLP), Inspektorat, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Pertemuan itu dilakukan untuk mencari solusi atas kendala yang selama ini menghambat pelaksanaan proyek.
“Dari hasil pembahasan, akar persoalan sudah kita temukan. Langkah penyelesaiannya juga sudah disepakati sehingga pekerjaan di lapangan bisa segera dilaksanakan,” jelasnya.
Menurut Aulia, kebutuhan anggaran untuk menuntaskan seluruh ruas jalan di wilayah Sebelimbingan diperkirakan mencapai sekitar Rp130 miliar. Karena nilainya cukup besar, pembangunan akan dilakukan secara bertahap.
“Tahun ini kita mulai dengan pembangunan jalan rigid beton sekitar Rp10 miliar, ditambah Rp5 miliar untuk pemeliharaan. Strategi ini supaya kondisi jalan tetap bisa digunakan masyarakat meskipun belum semuanya dibangun permanen,” katanya.
Selain pembangunan dan pemeliharaan, pemerintah daerah juga menyiagakan alat berat untuk menangani kerusakan jalan yang biasanya muncul setelah hujan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kondisi jalan tetap rata dan aman dilalui kendaraan.
“Kita ingin titik-titik yang sering membuat kendaraan terjebak bisa segera ditangani, setidaknya sebelum Lebaran,” tegas Aulia.
Ia menambahkan pola penanganan serupa juga diterapkan di sejumlah wilayah lain, seperti Muara Wis, Kota Bangun Darat, dan Sebulu. Menurutnya, anggaran untuk perbaikan jalan pada ruas-ruas tersebut sudah tersedia dan kini pemerintah fokus pada percepatan pelaksanaan di lapangan.
Sementara itu, kondisi jalan berlubang di kawasan perkotaan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Perbaikan akan diprioritaskan menjelang Idulfitri guna memastikan keamanan serta kenyamanan masyarakat saat beraktivitas.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar