BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Upaya pengendalian banjir di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal memasuki tahap baru.
Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp56 miliar melalui APBN tahun 2026, untuk kegiatan pengerukan dan normalisasi sungai di kawasan tersebut.
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, mengatakan bantuan dari pemerintah pusat itu akan difokuskan pada pengerukan DAS Ampal di area belakang Pasar Segar, yang selama ini menjadi salah satu titik rawan banjir.
“Pada 2026 ada dukungan APBN untuk pengerukan DAS Ampal, nilainya sekitar Rp56 miliar. Fokusnya di wilayah belakang Pasar Segar,” ujarnya, pada Kamis (5/3/2026).
Menurut Bagus, pengerukan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung sungai yang selama ini mengalami sedimentasi cukup tinggi. Endapan lumpur yang menumpuk serta penyempitan alur sungai menjadi salah satu penyebab utama air mudah meluap ketika curah hujan tinggi.
Dengan dilakukannya normalisasi tersebut, aliran air diharapkan menjadi lebih lancar, sehingga mampu mengurangi potensi genangan di kawasan Ampal dan sekitarnya, yang merupakan wilayah padat penduduk sekaligus pusat aktivitas ekonomi di Balikpapan.
DAS Ampal sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu titik yang kerap terdampak banjir karena posisinya berada di kawasan hilir dan dikelilingi permukiman serta area komersial.






