Berita Samarinda Terkini

Lampu Tenaga Surya di Citra Niaga Dianggap Kurang Optimal Saat Malam Hari

lihat foto
Kawasan Citra Niaga Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kawasan Citra Niaga Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Minimnya pencahayaan di kawasan Citra Niaga pada malam hari menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda, kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena area tersebut merupakan salah satu ruang publik yang kerap menjadi tujuan masyarakat.

Keluhan mengenai kondisi penerangan ini sebelumnya disampaikan warga kepada DPRD. Meski lampu penerangan telah dipasang di beberapa titik, sebagian masyarakat menilai tingkat pencahayaan di kawasan tersebut masih belum maksimal.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan lampu yang terpasang di kawasan Citra Niaga menggunakan sistem tenaga surya sehingga bergantung pada energi yang tersimpan dari paparan matahari pada siang hari.

“Berdasarkan laporan masyarakat yang kami terima, kawasan tersebut masih terasa kurang terang pada malam hari. Lampu memang telah dipasang, namun menggunakan sistem tenaga surya sehingga bergantung pada energi matahari,” ujarnya, pada Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa lampu tenaga surya memiliki keterbatasan karena sumber dayanya berasal dari energi yang diserap saat siang hari. Ketika energi yang tersimpan mulai berkurang, intensitas cahaya lampu juga akan menurun.

Pada saat awal menyala, penerangan di kawasan tersebut masih dinilai cukup baik. Namun setelah beberapa jam, cahaya lampu mulai meredup sehingga suasana kawasan menjadi lebih redup.

“Pada awal malam, pencahayaan masih cukup memadai. Namun setelah beberapa waktu, intensitas cahaya berkurang sehingga kawasan terasa agak remang. Padahal Citra Niaga merupakan salah satu destinasi publik yang seharusnya memiliki penerangan yang lebih optimal,” jelasnya.

Selain persoalan penerangan, DPRD juga menyoroti keberadaan kabel utilitas yang masih terlihat melintang di atas kawasan tersebut. Padahal sebelumnya jaringan tersebut direncanakan menggunakan sistem kabel optik yang ditanam di bawah tanah agar kawasan terlihat lebih tertata.

“Penataan kawasan tentu diharapkan lebih rapi, termasuk dari sisi jaringan utilitas. Karena itu perlu ada penertiban agar kabel-kabel yang melintang di kawasan tersebut dapat ditata dengan lebih baik,” pungkas Deni.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar