“Jumlah satgas tidak mengalami perubahan. Pekerjaan normalisasi yang menjadi tanggung jawab satgas tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Dari sisi pembiayaan, Desy mengungkapkan bahwa alokasi anggaran untuk operasional Tim Hantu Banyu sejak tahun sebelumnya berada di kisaran Rp15 miliar per tahun.
Anggaran tersebut mencakup kebutuhan operasional serta pengadaan sarana pendukung kegiatan lapangan.
“Besaran anggaran sejak tahun lalu sekitar Rp15 miliar. Pada tahun ini, pengadaan sarana pendukung kami kendalikan sementara. Namun, upah dan operasional satgas tidak mengalami penyesuaian,” jelasnya.
Meski realisasi anggaran tetap menyesuaikan kondisi keuangan daerah selama tahun berjalan, Desy memastikan keberadaan Tim Hantu Banyu tetap menjadi prioritas Pemkot Samarinda dalam menjaga fungsi drainase dan menekan potensi banjir.
“Tim Hantu Banyu tetap menjadi prioritas. Penyesuaian hanya dilakukan pada pengadaan barang, bukan pada pelaksanaan tugas satgas,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar