BorneoFlash.com, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) masih memacu realisasi belanja daerah seiring mendekatnya penutupan tahun anggaran 2025. Hingga penghujung Desember, pelaksanaan belanja belum sepenuhnya mencapai target maksimal.
Berdasarkan pemantauan sementara, sisa anggaran diperkirakan berada pada kisaran 6 hingga 7 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan proses realisasi masih terus berjalan karena sejumlah pembayaran kegiatan belum sepenuhnya diselesaikan hingga batas akhir tahun.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa persentase sisa anggaran yang beredar saat ini belum dapat dijadikan angka final. Menurutnya, realisasi belanja masih bersifat dinamis dan akan terus bergerak hingga seluruh kewajiban pembayaran dituntaskan.
“Angka tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat dijadikan patokan akhir. Proses pembayaran kegiatan masih berlangsung hingga penutupan tahun anggaran. Kepastian realisasi baru dapat diketahui pada awal Januari 2026,” ujar Sri Wahyuni, pada Sabtu (27/12/2025).
Ia menambahkan, apabila sisa belanja daerah benar berada di kisaran 7 persen, maka tingkat serapan APBD Kaltim tahun 2025 masih mencapai sekitar 93 persen.
Namun demikian, dalam beberapa hari terakhir, laju penyerapan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) menunjukkan perlambatan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar