Penerapannya akan dimulai pada tahun ajaran 2026, setelah seluruh guru yang terlibat mendapatkan pelatihan khusus dari Inspektorat.
Meski demikian, Silvia tidak memungkiri adanya tantangan dalam penguatan integritas sekolah, terutama terkait pengelolaan dana BOS dan APBD pendidikan.
“Guru itu tugas utamanya mengajar, tetapi dalam praktiknya mereka juga harus bisa mengelola keuangan sekolah. Ini yang menjadi tantangan dan membutuhkan pembinaan lebih intens,” ungkapnya.
Pendampingan tata kelola keuangan sekolah akan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan modul integritas.
Berbeda dengan fokus tahun sebelumnya yang menitikberatkan pada pencegahan, peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 di Balikpapan diarahkan sepenuhnya ke sektor pendidikan. Hal ini dilakukan karena sekolah dinilai sebagai titik awal pembentukan karakter antikorupsi.
“Kalau gurunya sudah berintegritas, sekolahnya berintegritas, modulnya siap, maka anak-anak kita akan tumbuh dengan nilai-nilai antikorupsi yang kuat,” kata Silvia.
Hingga akhir 2025, tercatat baru 24 sekolah yang menerapkan model ini. Namun Pemkot menargetkan jumlah tersebut terus meningkat seiring evaluasi dan pendampingan yang berjalan.






