BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Peningkatan laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Balikpapan dalam beberapa waktu terakhir dinilai bukan semata lonjakan kejadian, tetapi juga dampak dari semakin terbukanya akses pengaduan di masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AKB Kota Balikpapan, Nursyamsiarni Djufril Larose, mengungkapkan bahwa pemerintah kota bersama berbagai pihak telah membangun kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat sistem perlindungan.
“Saat ini kami sudah bersinergi dengan lintas OPD, mitra, hingga media. Dengan semakin banyaknya kanal informasi pengaduan yang diketahui masyarakat, laporan yang masuk memang meningkat,” ujarnya, pada Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, fenomena kekerasan terhadap perempuan dan anak selama ini ibarat gunung es yang terlihat di permukaan hanya sebagian kecil dari kenyataan yang ada di lapangan.
“Dulu yang muncul hanya sedikit, tapi sebenarnya kasusnya banyak. Sekarang karena akses pelaporan lebih mudah dan keterbukaan informasi semakin luas, masyarakat jadi lebih berani melapor,” jelasnya.
Menurut Nursyamsiarni, peningkatan laporan juga dipengaruhi oleh perubahan perilaku masyarakat yang kini mulai berani berbicara dan mencari bantuan. Sebelumnya, banyak korban enggan melapor karena rasa malu, ketidaktahuan, atau tidak tahu harus ke mana.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar