BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak hanya bertumpu pada penindakan, tetapi justru dimulai dari penguatan karakter dan tata kelola di lingkungan pendidikan.
Hal ini disampaikan Inspektur Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina, yang menekankan bahwa dua dari tiga pilar Tri Sula Antikorupsi yakni pendidikan dan pencegahan menjadi prioritas utama daerah.
Silvia menjelaskan, fokus Balikpapan tahun 2025 diarahkan pada pembangunan sekolah-sekolah berintegritas.
Sebanyak 24 sekolah ditetapkan sebagai sekolah rintisan berintegritas, yang akan mendapat pendampingan dan evaluasi selama setahun sebelum resmi menyandang status sekolah berintegritas penuh.
“Sekolah berintegritas ini tidak hanya soal perilaku, tetapi tata kelola lengkap dari manajemen hingga pembelajaran. Ini menjadi fondasi menuju generasi emas 2045,” tegasnya baru-baru ini.
Sebagai upaya konkret, Pemkot Balikpapan meluncurkan modul khusus pendidikan antikorupsi yang akan menjadi bagian dari kurikulum muatan lokal. Modul ini menjadi panduan bagi sekolah dalam mengenalkan sembilan nilai integritas kepada peserta didik.
Untuk jenjang SD kelas 1 hingga 3, misalnya, modul menekankan nilai dasar seperti kejujuran dan kedisiplinan.“Modul ini menjadi guidance di sekolah sebagai ujung tombak pendidikan antikorupsi sejak dini, sesuai amanah KPK,” ujar Silvia.
Penerapannya akan dimulai pada tahun ajaran 2026, setelah seluruh guru yang terlibat mendapatkan pelatihan khusus dari Inspektorat.
Meski demikian, Silvia tidak memungkiri adanya tantangan dalam penguatan integritas sekolah, terutama terkait pengelolaan dana BOS dan APBD pendidikan.
“Guru itu tugas utamanya mengajar, tetapi dalam praktiknya mereka juga harus bisa mengelola keuangan sekolah. Ini yang menjadi tantangan dan membutuhkan pembinaan lebih intens,” ungkapnya.
Pendampingan tata kelola keuangan sekolah akan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan modul integritas.
Berbeda dengan fokus tahun sebelumnya yang menitikberatkan pada pencegahan, peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 di Balikpapan diarahkan sepenuhnya ke sektor pendidikan. Hal ini dilakukan karena sekolah dinilai sebagai titik awal pembentukan karakter antikorupsi.
“Kalau gurunya sudah berintegritas, sekolahnya berintegritas, modulnya siap, maka anak-anak kita akan tumbuh dengan nilai-nilai antikorupsi yang kuat,” kata Silvia.
Hingga akhir 2025, tercatat baru 24 sekolah yang menerapkan model ini. Namun Pemkot menargetkan jumlah tersebut terus meningkat seiring evaluasi dan pendampingan yang berjalan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar