“Pekerjaan konstruksinya direncanakan selesai dalam satu tahun penuh, tanpa tahapan bertingkat,” tegas Manalu.
Dermaga Harapan Baru memiliki nilai historis bagi warga Samarinda.
Pada masanya, lokasi ini menjadi jalur utama kapal feri yang menghubungkan Samarinda Seberang dengan pusat kota melalui Sungai Kunjang.
Keberadaan Movable Bridge (MB) untuk kapal Roro pernah menjadikan kawasan ini sebagai simpul mobilitas penting sebelum Jembatan Mahakam mengambil alih peran tersebut.
Pemerintah berencana menghidupkan kembali identitas historis tersebut sebagai bagian dari pengembangan wisata sungai berorientasi heritage.
“Kami ingin menghadirkan kembali karakter kawasan ini sebagai pusat aktivitas sungai pada masa lalu, sekaligus menjadikannya daya tarik wisata,” ungkap Manalu.
Ia menambahkan, revitalisasi tidak akan mencakup pelebaran lahan.
Pemerintah hanya akan merapikan dan menata ulang area eks dermaga feri agar lebih fungsional sebagai fasilitas transportasi dan lebih nyaman digunakan sebagai ruang publik.
Saat ini Dishub hanya menunggu terbitnya DPA 2026 untuk dapat mengajukan dokumen pelelangan kepada Unit PBJ.
Jika administrasi berjalan tanpa hambatan, proses lelang dapat dimulai pada awal tahun mendatang.
“Semakin cepat DPA diterbitkan, semakin cepat kami dapat memulai proses lelang,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar