Pemkot Samarinda

Revitalisasi Dermaga Harapan Baru Siap Dimulai, Transportasi Sungai Samarinda Kembali Dihidupkan

lihat foto
Area tambatan kapal di Dermaga Harapan Baru yang akan ditata ulang sebagai bagian dari rencana revitalisasi transportasi sungai. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Area tambatan kapal di Dermaga Harapan Baru yang akan ditata ulang sebagai bagian dari rencana revitalisasi transportasi sungai. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat pembenahan sektor transportasi sungai sebagai bagian dari modernisasi tata kota.

Salah satu program utama yang segera direalisasikan adalah revitalisasi Dermaga Harapan Baru, yang kini memasuki fase final.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, telah menyetujui secara penuh rancangan teknis yang disusun Dinas Perhubungan (Dishub), sehingga pelaksanaan tinggal menunggu pengesahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026 sebelum proses lelang dibuka.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menyampaikan bahwa proyek ini telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas pembangunan tahun depan.

Seluruh rancangan teknis, menurutnya, sudah dikunci sehingga pekerjaan bisa langsung dimulai segera setelah anggaran disetujui.

“Seluruh konsep telah mendapatkan persetujuan dari Wali Kota. Kami sekarang hanya menunggu penetapan anggaran 2026 sesuai arahan beliau, karena program ini diprioritaskan,” ujar Manalu, pada Sabtu (22/11/2025).

Revitalisasi tidak hanya berfokus pada peningkatan sarana dermaga.

Pemerintah ingin memastikan penataan tersebut dapat menjawab kebutuhan alur pelayaran di Sungai Mahakam, khususnya pergerakan kapal dari arah hulu yang kerap tiba pada malam hari.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Foto: BorneoFlash/NurAinunnisa
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Foto: BorneoFlash/NurAinunnisa

Selama ini, kapal harus menunggu jadwal pengolongan Jembatan Mahakam yang hanya dibuka pada pagi dan siang, sehingga lokasi tambatan sementara menjadi kebutuhan mendesak.

“Dermaga Harapan Baru menjadi titik tambat yang ideal bagi kapal sebelum pengolongan Jembatan Mahakam dibuka. Hal ini sangat membantu dalam menata kelancaran alur pelayaran,” jelasnya.

Dishub mengestimasi kebutuhan anggaran berada pada kisaran Rp29 hingga Rp30 miliar.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar