BorneoFlash.com, BATAM – Bank Indonesia Kalimantan Timur (BI Kaltim) menegaskan perlunya penerapan strategi 4K yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif untuk mengantisipasi potensi inflasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala BI Kaltim, Budi Widihartanto, di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (26/9), menjelaskan bahwa strategi tersebut penting karena pembangunan tahap selanjutnya di IKN sebagai ibu kota politik segera berjalan.
Pemerintah sudah menetapkan pembangunan gedung perkantoran legislatif dan yudikatif melalui kontrak tahun jamak pada 2025–2028, dengan anggaran Rp6,2 triliun untuk periode 2025–2026, sementara alokasi lanjutan akan ditentukan untuk 2026–2028.
Ia menambahkan, pembangunan masif ini otomatis meningkatkan jumlah pekerja dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Selain 1.200 ASN dari berbagai kementerian yang sudah bertugas di IKN, jumlahnya akan terus bertambah setiap tahun.
Lonjakan populasi pekerja dan ASN tersebut diprediksi mendorong peningkatan permintaan kebutuhan pokok, sekunder, bahkan tersier, sehingga berpotensi menimbulkan tekanan inflasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebagai basis utama IKN.
Pada Agustus 2025, BI mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) di Kalimantan Timur sebesar 1,79 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,54.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten PPU sebesar 2,99 persen dengan IHK 108,91, sementara terendah di Kota Balikpapan sebesar 1,31 persen dengan IHK 108,66. Inflasi di PPU terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Untuk menekan inflasi, BI Kaltim bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menerapkan strategi 4K serta memperkuat Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Mereka juga menggandeng Bulog untuk melanjutkan distribusi beras SPHP, menggelar pasar murah untuk komoditas rawan seperti cabai dan sayuran, serta berkoordinasi dengan daerah penghasil seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan demi kelancaran distribusi.
Selain itu, BI Kaltim mendorong peningkatan produksi pertanian sekaligus kesejahteraan petani.
Budi menyampaikan hal ini saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Wartawan Ekonomi Kaltim di Batam. Kota tersebut dipilih karena dinilai sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan ekonomi cepat, sehingga bisa dijadikan referensi sekaligus bahan pembelajaran bagi peserta. (*/ANTARA)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar