BorneoFlash.com, SAMARINDA – Langkah Kota Tepian dalam memulihkan lahan kritis pasca tambang kini mendapat dukungan baru melalui jejaring global.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi menjadi anggota Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP), forum internasional yang berfokus pada ketahanan pangan sekaligus isu lingkungan berkelanjutan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa keterlibatan dalam MUFPP bukan hanya bentuk pengakuan, melainkan juga sarana memperluas kerja sama dengan berbagai kota dunia. Dengan begitu, persoalan lokal dapat diangkat dan dibahas dalam konteks internasional.
“MUFPP merupakan organisasi yang menitikberatkan pada isu ketahanan pangan serta lingkungan, termasuk pemulihan lahan bekas tambang. Samarinda akan aktif berpartisipasi dalam berbagai agenda yang diselenggarakan forum ini,” ujar Andi Harun, pada Sabtu (27/9/2025).
Partisipasi Samarinda dalam MUFPP melanjutkan rekam jejak kota ini yang sebelumnya juga terlibat dalam forum internasional lain, seperti United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) dan Center for Climate and Urban Resilience (CECUR).
Melalui jaringan tersebut, Samarinda konsisten mengangkat isu perubahan iklim hingga pembangunan berkelanjutan.
Andi Harun menyampaikan optimismenya bahwa keanggotaan di MUFPP akan membuka ruang pertukaran pengetahuan dengan kota-kota yang lebih maju dalam pengelolaan lingkungan dan pembangunan.
“Dengan bergabungnya Samarinda ke dalam forum ini, kita berkesempatan memperoleh ilmu, pengalaman, serta praktik terbaik dari kota-kota yang telah menjadi acuan keberhasilan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain memperluas akses pembelajaran, forum ini juga membuka peluang untuk mengajukan proyek strategis yang berpotensi mendapat dukungan pendanaan internasional.
Sebelumnya, Samarinda pernah meraih hibah Adaptation Fund untuk pembangunan Taman Para’an. Kini, usulan baru kembali disiapkan.
“Kami berencana mengajukan kepada MUFPP agar lahan kritis pasca tambang dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman alternatif selain padi. Harapannya, gagasan ini bisa masuk dalam studi kelayakan yang akan dibahas tahun ini di Italia,” tutupnya.






