Pemkot Balikpapan

Warga Balikpapan Diimbau Tak Kibarkan Bendera One Piece di Momen Hari Kemerdekaan

lihat foto
Asisten I Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkipli Saat Rapat Koordinasi Penanganan Bendera One Piece di Balikpapan, di Ruang Rapat 1 Balai Kota Balikpapan, pada Rabu (6/8/2025. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Asisten I Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkipli Saat Rapat Koordinasi Penanganan Bendera One Piece di Balikpapan, di Ruang Rapat 1 Balai Kota Balikpapan, pada Rabu (6/8/2025. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengimbau masyarakat untuk tidak mengibarkan bendera non-resmi seperti bendera bajak laut dari serial One Piece, terutama menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025.

Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Balikpapan, Zulkipli, meminta jajaran kewilayahan untuk aktif memantau wilayah masing-masing guna mengantisipasi potensi silang pendapat maupun konflik sosial akibat fenomena ini.

Jangan sampai pemasangan bendera One Piece menimbulkan konflik di masyarakat. Jadi seluruh wilayah kami minta untuk memantau,” tegas Zulkipli, pada saat Rapat Koordinasi Penanganan Bendera One Piece di Balikpapan, di Ruang Rapat 1 Balai Kota Balikpapan, pada Rabu (6/8/2025).

Rapat Koordinasi Penanganan Bendera One Piece di Balikpapan, di Ruang Rapat 1 Balai Kota Balikpapan, pada Rabu (6/8/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Rapat Koordinasi Penanganan Bendera One Piece di Balikpapan, di Ruang Rapat 1 Balai Kota Balikpapan, pada Rabu (6/8/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Zulkipli menegaskan, jika ditemukan pengibaran bendera tersebut, pihaknya akan mengambil langkah persuasif, bukan represif, karena sejauh ini belum ada larangan resmi terkait penggunaan bendera itu.

“Kita akan minta secara baik-baik agar bendera diturunkan. Kalau tidak mau, kita akan libatkan ketua RT atau tokoh masyarakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah,” jelasnya.


Zulkipli juga mengungkap bahwa salah satu kasus pemasangan bendera One Piece sudah ditemukan di kendaraan bergerak di Balikpapan. Setelah ditelusuri, pemilik kendaraan mengaku hanya ikut-ikutan tren yang ramai di media sosial, tanpa maksud tertentu.

“Motifnya sebagian besar hanya ikut-ikutan. Ada juga yang bilang karena bendera itu melambangkan kebebasan. Tapi pemahaman itu perlu diluruskan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa tidak ada kebebasan yang mutlak dalam kehidupan bermasyarakat. Justru, semakin maju suatu negara, semakin banyak pula aturan yang harus dipatuhi demi keteraturan dan ketertiban umum.

Rapat Koordinasi Penanganan Bendera One Piece di Balikpapan, di Ruang Rapat 1 Balai Kota Balikpapan, pada Rabu (6/8/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Rapat Koordinasi Penanganan Bendera One Piece di Balikpapan, di Ruang Rapat 1 Balai Kota Balikpapan, pada Rabu (6/8/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Zulkipli mengingatkan bahwa perayaan 17 Agustus adalah momen sakral yang seharusnya dihormati dengan mengibarkan bendera Merah Putih dan umbul-umbul nasional, bukan simbol-simbol lain yang tidak relevan dengan semangat kemerdekaan.

“Kita peduli karena ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Lebih baik kibarkan bendera Merah Putih, bukan bendera lain yang tidak jelas manfaat dan maknanya,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar