BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Taekwondo Championship Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kaltim Cup 2025 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/Dome, pada 1–3 Agustus 2025.
Kejuaraan tingkat regional III ini diikuti 888 atlet dari 50 klub yang berasal dari lima provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Turnamen mempertandingkan dua kategori utama: Poomsae (seni) dan Kyorugi (tanding), yang dibagi dalam kelompok usia mulai dari pra-kadet, kadet, junior, hingga senior. Peserta dari usia prasekolah pun turut ambil bagian.
Meski menjadi edisi perdana di Kalimantan Timur, Kajati Cup telah lebih dulu sukses digelar di sejumlah daerah lain seperti Riau, Banten, dan Nusa Tenggara Timur. Ke depan, kejuaraan ini diharapkan dapat berkembang menjadi ajang berskala nasional.
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Supardi, mengatakan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan prestasi olahraga taekwondo di daerah.
"Melalui kejuaraan ini, saya berharap muncul bibit-bibit unggul yang memiliki semangat juang, disiplin tinggi, dan integritas—nilai-nilai yang juga kami junjung tinggi dalam penegakan hukum," ujarnya saat pembukaan kegiatan, pada Jumat (1/8/2025).
Supardi juga menekankan pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan dan profesional. "Kalimantan Timur harus menjadi lumbung prestasi nasional, bukan hanya tuan rumah yang baik. Momentum ini harus menjadi semangat bersama dalam membina generasi muda yang sehat, tangguh, dan berprestasi," katanya.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, turut mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan ini. Ia menyebut kegiatan ini sangat positif, yang dinilai mampu memotivasi anak-anak untuk berprestasi.
"Semangat sportivitas harus dijaga. Ini kesempatan bagi Balikpapan untuk menunjukkan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga, khususnya di Kalimantan Timur," ucapnya.
Bagus juga menyampaikan bahwa dipilihnya Balikpapan sebagai tuan rumah sejalan dengan upaya Pemerintah Kota menjadikan Balikpapan sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
"Kita punya fasilitas lengkap—dari penginapan hingga venue olahraga yang representatif. Ini bisa memacu semangat masyarakat menjaga keramahan, serta ikut menggerakkan ekonomi dan UMKM kota," pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar