BorneoFlash.com, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat menyusul polemik renovasi rumah jabatan gubernur yang belakangan ramai mendapat perhatian publik.
Sorotan tersebut muncul setelah penggunaan anggaran untuk fasilitas dinilai memuat sejumlah kebutuhan yang dianggap bukan prioritas utama.
Ia menyebut telah mencermati berbagai tanggapan, mulai dari kritik, masukan, hingga keresahan warga dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, respons masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan di daerah.
“Sebagai gubernur, saya memahami bahwa setiap kebijakan, terlebih yang berkaitan dengan penggunaan fasilitas publik, tentu akan menimbulkan pertanyaan dari masyarakat. Kritik yang disampaikan merupakan wujud perhatian terhadap daerah yang kita cintai bersama,” ujarnya.
Rudy mengaku telah melakukan evaluasi pribadi atas polemik yang berkembang. Ia menilai masih ada hal yang perlu diperbaiki, baik dalam sikap maupun pola komunikasi kepada masyarakat.
“Dengan kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang timbul,” katanya.
Ia menambahkan, reaksi masyarakat dapat dimengerti karena masih banyak kebutuhan mendasar di Kalimantan Timur yang perlu menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, informasi mengenai renovasi rumah jabatan senilai Rp25 miliar, termasuk item seperti kursi pijat dan akuarium air laut, dinilai wajar menimbulkan pertanyaan publik.
Rudy menjelaskan bahwa paket perencanaan renovasi tersebut telah disusun sebelum dirinya resmi menjabat sebagai gubernur. Meski demikian, ia menegaskan tanggung jawab tetap berada pada dirinya sebagai kepala daerah saat ini.
“Perencanaan renovasi itu telah disiapkan sebelum kami menjabat. Namun sebagai gubernur, tanggung jawab tetap berada pada saya. Saya berkewajiban memastikan prioritas anggaran berjalan sesuai rasa keadilan masyarakat,” tegasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar