BorneoFlash.com, KUKAR - Pengelolaan Tangga Arung Square (TAS) di Tenggarong menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar).
Sejumlah kendala dinilai masih menghambat aktivitas pasar, mulai dari akses masuk yang terbatas hingga keluhan pedagang terkait biaya retribusi.
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menilai kondisi tersebut perlu segera dibenahi agar pasar bisa berfungsi optimal sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat.
Salah satu persoalan utama yang disoroti adalah masih adanya pintu dan portal pasar yang tertutup.
Menurutnya, kondisi ini secara langsung membatasi pergerakan pengunjung dan berdampak pada sepinya aktivitas jual beli.
“Kalau aksesnya dibatasi, orang jadi enggan masuk. Padahal kunci pasar itu keterbukaan akses,” ucap Yani.
Ia pun mendorong agar seluruh pintu dibuka untuk memberi ruang lebih luas bagi masyarakat mengakses area pasar.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar