Berita Nasional

Ahmad Sahroni Desak Polri Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi ke Singapura

lihat foto
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Foto : ANTARA/HO-DPR RI
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Foto : ANTARA/HO-DPR RI

BorneoFlash.com, JAKARTA - Wakil

Ketua

Komisi

III DPR RI Ahmad

Sahroni

meminta

Polri

mengusut

tuntas

sindikat

perdagangan

bayi

ke

Singapura.

Ia

menilai

banyaknya

tersangka

menunjukkan

keterlibatan

jaringan

terorganisir

.

Polri

harus

ungkap

siapa

pemodal

,

pengatur

jaringan

, dan

jalur

pengiriman

bayi

ke

luar

negeri,”

ujar

Sahroni

,

Kamis

(17/7/2025).

Ia

juga

mendorong

polisi

menelusuri

pembeli

bayi

dan

menjerat

seluruh

pihak

terlibat

dengan

pasal

berlapis

,

termasuk

penculikan

dan

perdagangan

orang.

Ia

mengingatkan

,

pengungkapan

kasus

ini

butuh

kerja

sama

dengan

otoritas

Singapura. Karena

itu

,ia

mendesak

Divhubinter

Polri

segera

berkoordinasi

lintas

negara.

Tanpa

kerja

sama

internasional

,

jaringan

ini

sulit

diberantas

. Bisa

jadi

,

justru

dikendalikan

WNI

dari

luar

negeri,”

katanya

.

Sementara

itu

,

Ditreskrimum

Polda

Jabar

masih

mengembangkan

penyidikan

. Polisi

telah

menetapkan

13

tersangka

dan

memburu

tiga

orang DPO: P, NY, dan YT, yang

diduga

berperan

sebagai

agen

adopsi

ilegal

,

pembuat

dokumen

palsu

, dan

penampung

bayi

.

Kabid

Humas

Polda

Jabar

Kombes

Pol Hendra

Rochmawan

menyebut

sindikat

ini

telah

beroperasi

sejak

2023. Polisi

menyelamatkan

enam

bayi

yang

hendak

dikirim

ke

Singapura. Para

pelaku

memiliki

peran

berbeda

:

perekrut

,

perawat

,

pembuat

dokumen

,

hingga

pengirim

bayi

bahkan

sejak

bayi

masih

dalam

kandungan

.

Dirreskrimum

Polda

Jabar

Kombes

Pol

Surawan

menegaskan

salah

satu

DPO

menjadi

pemodal

utama

.Ia

membiayai

pembelian

bayi

dari

ibu

kandung

,

perawatan

,

hingga

pembuatan

dokumen

palsu

.

Surawan

juga

membeberkan

alur

pengiriman

:

bayi

dirawat

di Bandung,

dibawa

ke

Pontianak

untuk

pembuatan

dokumen

palsu

,

lalu

diterbangkan

ke

Singapura

dari

Jakarta.

“Alur

pembayaran

dari

Singapura

masih

kami

selidiki

. Jika DPO

tertangkap

,

jaringan

ini

bisa

terungkap

sepenuhnya

,”

ujarnya

.

Polri

mencatat

25

bayi

telah

menjadi

korban

perdagangan

ke

Singapura

sejak

2023.

(*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar