BorneoFlash.com, JAKARTA - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memutuskan menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) setelah muncul polemik terkait kesalahan penilaian.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan MPR akan menggelar ulang lomba tersebut dalam waktu dekat dengan mengganti jajaran dewan juri. MPR juga menunjuk juri independen dari kalangan akademisi untuk menjaga objektivitas perlombaan.
“LCC tingkat Kalbar yang final akan kita lakukan ulang. Pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir,” kata Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.
Muzani menjelaskan Sekretariat Jenderal MPR RI tetap menjadi pelaksana lomba ulang. Namun, MPR memastikan tidak lagi melibatkan juri dari unsur internal seperti pada pelaksanaan sebelumnya.
MPR mengakui adanya kekhilafan dalam penyelenggaraan babak final di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026). Karena itu, MPR mengambil langkah evaluasi dan koreksi atas kesalahan yang warganet ramai perbincangkan di media sosial.
Muzani menegaskan MPR akan terus mengevaluasi dan menyempurnakan berbagai kegiatan dengan mendengarkan masukan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan, kebebasan berbicara, dan menyampaikan protes atas ketidakpuasannya. Kami mendengar itu sebagai cara melatih mereka menjadi contoh demokrasi yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengatakan MPR telah menonaktifkan dewan juri lama dari kegiatan LCC Empat Pilar MPR RI 2026 sebagai sanksi atas polemik kesalahan penilaian di final tingkat Kalbar.
Siti menambahkan MPR akan menggelar lomba ulang secepatnya pada Mei ini. Saat ini, Setjen MPR RI masih mengoordinasikan berbagai kebutuhan teknis perlombaan.
“Kalau tanggal kita akan koordinasi dulu karena ini lomba ulang, jadi semua harus dipersiapkan seperti sebelumnya, mulai dari panggung dan lainnya. Kalau bisa minggu ini supaya cepat terselesaikan,” katanya.
Sebelumnya, tiga sekolah menengah atas mengikuti babak final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalbar di Pontianak, yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggau.
Lomba tersebut menjadi sorotan publik di media sosial setelah terjadi kesalahan penilaian saat sesi pertanyaan rebutan. Peserta sempat menyampaikan keberatan atas keputusan dewan juri. Respons dewan juri, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B. dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni, kemudian menuai kritik dari warganet. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar