Berita Nasional

Kementerian UMKM: Salurkan KUR Rp133 Triliun hingga Juni 2025

lihat foto
Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi saat meninjau stan UMKM peserta KUKM Fest 2025 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Pangkalpinang, Selasa (15/7/2025).Foto: ANTARA/Aprionis.
Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi saat meninjau stan UMKM peserta KUKM Fest 2025 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Pangkalpinang, Selasa (15/7/2025).Foto: ANTARA/Aprionis.

BorneoFlash.com, PANGKALPINANG - Kementerian Usaha

Mikro

, Kecil, dan

Menengah

(UMKM)

Republik

Indonesia

mencatat

telah

menyalurkan

Kredit

Usaha Rakyat (KUR)

sebesar

Rp133

triliun

hingga

Juni

2025. Dana

tersebut

mengalir

kepada

dua

juta

pelaku

UMKM

guna

memperkuat

perekonomian

nasional

.

"Alhamdulillah,

hingga

Juni

tahun

ini

, kami

telah

menyalurkan

KUR

sebesar

Rp133

triliun

kepada

dua

juta

UMKM,"

ujar

Deputi

Bidang

Usaha

Mikro

Kementerian UMKM, Riza

Damanik

,

saat

berada

di

Pangkalpinang

, Bangka Belitung, Rabu.

Riza

menyampaikan

bahwa

Presiden

Prabowo

Subianto

melalui

Menteri UMKM

menargetkan

penyaluran

KUR

tahun

ini

sebesar

Rp300

triliun

.

Pemerintah

merancang

program

ini

untuk

menyediakan

akses

permodalan

murah

dan

inklusif

bagi

2,34

juta

pelaku

usaha

mikro

di

seluruh

Indonesia.

"Ke

depan

, kami

akan

mengintegrasikan

UMKM

ke

dalam

Koperasi

Desa

Merah

Putih

untuk

memperkuat

struktur

ekonomi

nasional

,"

lanjutnya

.

Riza

menegaskan

bahwa

Kementerian UMKM juga

terus

meningkatkan

kapasitas

sumber

daya

manusia

dan

produktivitas

pelaku

usaha

untuk

memperkuat

sektor

UMKM.

"Kami

meningkatkan

SDM

melalui

program

inkubasi

bisnis

,

pelatihan

berbasis

kompetensi

,

standardisasi

produk

,

serta

pendampingan

sertifikasi

halal dan

izin

edar

,"

jelasnya

.

Selain

itu

, Kementerian UMKM

bersama

lintas

sektor

mendorong

pembentukan

klaster

pengusaha

UMKM di

berbagai

daerah

,

termasuk

di Bangka Belitung,

untuk

memperluas

akses

pasar

domestik

dan

ekspor

.

"

Seluruh

langkah

ini

hanya

akan

berhasil

jika

pemerintah

pusat

,

pemerintah

daerah

,

lembaga

keuangan

,

perguruan

tinggi

,

asosiasi

bisnis

, dan

komunitas

UMKM

benar-benar

bersinergi

,"

tegasnya

. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar