Pemerintah Kota Balikpapan

Wali Kota Balikpapan: Pembangunan Sekolah untuk Masa Depan, Bukan Sekadar Menjawab Kebutuhan Saat Ini

Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud. Foto: BorneoFlash/Ardian
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud. Foto: BorneoFlash/Ardian

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, menanggapi kondisi SMPN 21 di Kelurahan Salok Baru, Kecamatan Balikpapan Barat, yang saat ini masih minim jumlah peserta didik.

Meskipun terkesan sepi, Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan sekolah tersebut adalah bagian dari perencanaan jangka panjang Pemerintah Kota (Pemkot).

"Kita membangun sekolah bukan untuk hari ini saja, tapi untuk 3–5 tahun ke depan. Daerah Salok Baru diproyeksikan menjadi kawasan industri, perumahan, bahkan kawasan elit. Kalau nanti jumlah penduduknya meningkat dan kita belum siap, anak-anak kita akan kesulitan mendapatkan sekolah," tegas Rahmad usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Balikpapan di Gedung Parkir Lantai 8, pada Selasa (15/7/2025).

Rahmad menekankan pentingnya strategi antisipatif dalam pembangunan infrastruktur pendidikan. “Jangan sampai nanti ketika butuh, baru kita bangun. Telat! Makanya saat ini kita bangun dulu meskipun belum penuh, karena kita berpikir ke depan, bukan semata-mata untuk sekarang,” ujarnya.

Dalam masa kepemimpinan Rahmad Mas’ud, pembangunan sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP, terus dilakukan. Namun, hal ini diiringi tantangan baru, yakni meningkatnya kebutuhan tenaga pengajar.

Contohnya, SMPN 27 yang baru dibuka pada tahun ajaran 2025–2026 kini masih meminjam tenaga pendidik dari SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 12. Pemkot menyadari hal ini sebagai isu penting yang tengah diatasi.

“Kalau memang kurang, kita akan buka pendaftaran untuk guru baru. Karena kekurangan guru ASN, kita juga mempertimbangkan merekrut dari swasta, P3K, bahkan tenaga bantuan,” terang Wali Kota.

Rahmad menyebutkan bahwa saat ini Dinas Pendidikan Balikpapan tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk mengatasi kebutuhan tenaga pendidik secara menyeluruh.

Kebijakan Pemkot Balikpapan dalam membangun sekolah meskipun belum padat murid dinilai sebagai bentuk investasi jangka panjang demi menunjang masa depan kota dan generasi mudanya.

“Yang kita bangun bukan cuma gedungnya, tapi juga harapan dan kesiapan untuk generasi masa depan. Pemerintah hadir lebih dulu agar masyarakat tidak kesulitan nantinya,” tandas Rahmad.

Pemkot Balikpapan menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh warganya, sekaligus memperkuat pondasi kota menuju kawasan metropolitan yang siap bersaing di masa depan. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar