BorneoFlash.com, JAKARTA - Kantor
Komunikasi
Kepresidenan
(PCO)
menyatakan
bahwa
Sekolah
Rakyat
menjadi
langkah
nyata
Presiden
Prabowo
Subianto
dalam
memutus
rantai
kemiskinan
melalui
pendidikan
.“
Presiden
paham
pendidikan
adalah
kunci
.Jangan
sampai
kemiskinan
menjadi
warisan
,”
ujar
Tenaga Ahli Utama PCO,
Adita
Irawati
, di
Kupang
,Minggu
(13/7/2025).
Sekolah
Rakyat
merupakan
implementasi
Asta
Cita
keempat
Prabowo, yang
menempatkan
pendidikan
sebagai
prioritas
peningkatan
kualitas
SDM. Program
ini
akan
resmi
dimulai
pada
tahun
ajaran
baru
2025/2026,
dengan
100
lokasi
perintis
dan
melibatkan
9.755
siswa
, 1.554 guru,
serta
3.990
tenaga
kependidikan
.Siswa
dari
keluarga
termiskin
berdasarkan
Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
akan
mengikuti
Masa
Pengenalan
Lingkungan
Sekolah
Program (MPLSP).
Sekolah
ini
membebaskan
biaya
pendidikan
,menyediakan
makan
bergizi
,seragam
,pembinaan
karakter
, dan asrama.
“
Sekolah
negeri
memang
gratis,
tapi
ongkos
transportasi
, uang
saku
, dan
perlengkapan
tetap
jadi
beban
keluarga
,”
jelas
Adita
.PCO
menegaskan
Sekolah
Rakyat
tak
hanya
membuka
akses
pendidikan
,tetapi
juga
menyiapkan
keterampilan
hidup
dan
memetakan
potensi
siswa
agar
siap
kerja
atau
berwirausaha
.Adita
mengutip
data BPS,
sebanyak
24,06
juta
penduduk
masih
hidup
miskin,
termasuk
3,17
juta
miskin
ekstrem
. APK SMA/SMK
kelompok
termiskin
hanya
74,45
persen
,jauh
dibawah
kelompok
terkaya
yang
mencapai
97,37
persen
.Usia
16–18
tahun
tercatat
sebagai
kelompok
dengan
angka
anak
tidak
sekolah
tertinggi
,yaitu
19,20
persen
.Ia
menilai
biaya
menjadi
hambatan
utama
,disusul
tekanan
sosial
dan
beban
ekonomi
keluarga
. Angka
putus
sekolah
ditingkat
SMP dan SMA masing-masing
sebesar
1,12
persen
dan 1,19
persen
.“
Presiden
Prabowo
meminta
program
ini
dijalankan
dengan
cara
yang
benar
dan
mencapai
tujuan
. Kami
yakin
Sekolah
Rakyat
akan
melahirkan
generasi
unggul
menuju
Indonesia
Emas
2045,”
tutup
Adita
.(*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar