BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud mulai mengarahkan reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui penerapan sistem baru dalam pengisian jabatan, sekaligus menyiapkan pelantikan lanjutan untuk mengisi sejumlah posisi strategis yang masih kosong.
Rahmad Mas'ud mengungkapkan, pelantikan pejabat yang baru saja dilakukan sebenarnya telah direncanakan sejak dua bulan lalu. Namun, pelaksanaannya ditunda karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
“Pelantikan ini seharusnya sudah dilakukan dua bulan lalu, tapi kita tunda karena bulan puasa,” ujarnya, saat ditemui di Balai Kota Balikpapan, pada Kamis (16/4/2026).
Ia memastikan, dalam waktu dekat akan kembali dilakukan pelantikan untuk mengisi sejumlah jabatan yang belum terisi, termasuk posisi sekretaris dan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kosong, akibat pensiun maupun kebutuhan organisasi.
Namun yang menjadi sorotan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kini tidak lagi menggunakan pola lama dalam penempatan jabatan. Rahmad Mas'ud menegaskan bahwa sistem shelter telah ditinggalkan dan digantikan dengan pendekatan baru yang disebut marriage system.
Melalui sistem ini, penempatan pejabat tidak lagi sekadar administratif, tetapi mengedepankan kecocokan antara kompetensi individu dengan kebutuhan jabatan.
“Sekarang kita sudah tidak pakai sistem shelter. Kita gunakan marriage system, jadi ada kesesuaian antara orang dengan jabatannya,” jelasnya.
Dalam penerapannya, proses seleksi akan berbasis pada evaluasi kinerja dan administrasi. Hasil penilaian tersebut menjadi dasar dalam menentukan pejabat yang layak menduduki jabatan eselon II, sesuai dengan golongan dan persyaratan yang berlaku.
Menurut Rahmad Mas'ud, langkah ini merupakan bagian dari upaya menciptakan birokrasi yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada kinerja.
Sistem baru tersebut, diharapkan setiap jabatan strategis diisi oleh figur yang tepat, sehingga mampu mendorong percepatan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Balikpapan. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar