BorneoFlash.com, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mengevaluasi potensi pembukaan gelombang ketiga Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026.
Hal ini disebabkan masih adanya sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Samarinda yang belum mencapai jumlah peserta didik sesuai kuota minimal.
Permintaan untuk pembukaan tahap penerimaan tambahan muncul dari beberapa satuan pendidikan yang melaporkan minimnya pendaftar pada gelombang pertama dan kedua, terutama di jurusan-jurusan tertentu yang belum banyak diminati.
Kondisi ini mendorong Disdikbud membuka ruang bagi sekolah untuk mengajukan usulan pembukaan gelombang tambahan secara mandiri.
"Sejumlah SMK di Samarinda telah mengajukan permohonan karena masih terdapat jurusan yang belum terisi sesuai kuota. Kami pada prinsipnya memberikan ruang bagi sekolah untuk menggelar gelombang ketiga, selama prosedurnya tetap mengacu pada aturan yang berlaku,"ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin.
Ia menambahkan, pelaksanaan gelombang ketiga sepenuhnya menjadi kewenangan masing-masing sekolah.
Dinas hanya berperan dalam memberikan izin teknis jika persyaratan terpenuhi.
"Penentuan waktu pelaksanaan dan teknis penerimaannya kami serahkan kepada pihak sekolah. Yang terpenting, prosesnya dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan,"jelasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan internal, sekolah-sekolah yang berada di kawasan pinggiran kota atau lokasi yang kurang strategis masih kesulitan menjaring peserta didik.
Salah satu contohnya adalah SMA Negeri 15 Samarinda, yang hingga saat ini masih belum memenuhi kuota pendaftaran.
"Dari data yang kami himpun, terdapat sekolah seperti SMA 15 yang masih memiliki jumlah pendaftar yang rendah. Umumnya, sekolah di daerah dengan akses terbatas memang menghadapi tantangan lebih besar,"tutur Armin.
Ia mengungkapkan bahwa rendahnya minat masyarakat terhadap sekolah tertentu bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk keterbatasan sarana dan prasarana, lokasi yang sulit dijangkau, serta persepsi masyarakat yang perlu diperbaiki.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Kaltim mendorong sekolah-sekolah tersebut untuk melakukan pembenahan dan inovasi guna meningkatkan daya tarik bagi calon peserta didik.
Sementara itu, dibukanya gelombang ketiga diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi siswa yang belum tertampung, sekaligus membantu sekolah mencapai kuota minimal agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan optimal. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar